google-site-verification=Vf0BM--_EIE_BUaaBvT1ZGnu2LhGAnyPEigv90xTzVI
Kembali ke Artikel

Cara Pemasangan Elastomer Bearing Pad pada Girder Jembatan

Sekawan Kaya Nusantara icon
Admin
Sekawan Kaya Nusantara
15 menit baca

Panduan pemasangan elastomer bearing pad pada girder jembatan, mencakup pemeriksaan drawing, bearing seat, mortar pad, orientasi, dan inspeksi setelah pembebanan.

Cara pemasangan elastomer bearing pad pada girder jembatan di atas bearing seat sesuai posisi dan gambar kerja proyek.
Cara pemasangan elastomer bearing pad pada girder jembatan di atas bearing seat sesuai posisi dan gambar kerja proyek.

Cara pemasangan elastomer bearing pad perlu mengikuti gambar kerja, bearing schedule, elevasi perletakan, serta metode kerja yang telah disetujui.

Bearing pad tidak cukup hanya diletakkan di atas pier atau abutment karena posisi, orientasi, kerataan permukaan, dan ketepatan titik tumpu akan memengaruhi cara beban girder diteruskan ke struktur bawah.

Sebelum pemasangan Elastomer Bearing Pad Jembatan, kontraktor dan tim lapangan perlu memastikan bahwa tipe, ukuran, material, hardness, kode, dan konfigurasi bearing telah sesuai dengan approved shop drawing.

Permukaan bearing seat jembatan juga harus diperiksa sebelum girder diturunkan. Ketidaksesuaian elevasi, mortar pad yang tidak rata, orientasi bearing yang terbalik, atau posisi yang bergeser dari koordinat desain dapat menyebabkan tekanan tidak merata dan deformasi yang tidak sesuai rencana.

Bina Marga memiliki Pd T-06-2005-B tentang Pedoman Pelaksanaan Pemasangan Bantalan Karet pada Jembatan yang tercatat berstatus berlaku. Pedoman tersebut menunjukkan bahwa pemasangan bantalan karet merupakan pekerjaan teknis tersendiri yang perlu dikendalikan agar kesalahan pemasangan tidak mengganggu fungsi bearing.

Catatan keselamatan: Artikel ini memberikan gambaran teknis untuk persiapan, pengawasan, dan pemeriksaan pekerjaan. Proses erection girder, jacking, temporary support, load transfer, serta penggantian bearing harus mengikuti metode kerja, lifting plan, analisis struktur, dan izin kerja yang disetujui engineer, pengawas, serta pihak proyek.

Fungsi Bearing Pad di Antara Girder dan Bearing Seat

Elastomer bearing pad ditempatkan di antara struktur atas dan struktur bawah jembatan. Pada sistem girder, bagian atas bearing menerima beban dari ujung girder, sedangkan bagian bawahnya bertumpu pada bearing seat di atas pier cap atau abutment.

Secara umum, bearing pad berfungsi untuk:

  • Menyalurkan beban vertikal dari girder ke pier atau abutment.
  • Mengakomodasi rotasi tertentu pada ujung girder.
  • Mengakomodasi pergerakan horizontal melalui deformasi elastomer.
  • Membantu mengurangi konsentrasi tegangan akibat kontak langsung antarelemen.
  • Mempertahankan sistem perletakan sesuai asumsi desain struktur.

Karena itu, posisi bearing pad pada girder harus mengikuti titik reaksi yang ditentukan dalam gambar struktur. Bearing tidak boleh digeser hanya untuk menyesuaikan kondisi lapangan tanpa persetujuan engineer.

Perubahan kecil pada posisi dapat memengaruhi eksentrisitas beban, jarak terhadap tepi beton, distribusi tekanan, dan perilaku bearing setelah girder menerima beban.

Dokumen yang Harus Diperiksa Sebelum Pemasangan

Pemasangan bearing pad jembatan harus dimulai dari pemeriksaan dokumen, bukan langsung dari penempatan produk di lapangan.

Dokumen yang perlu tersedia antara lain:

  • Approved for construction drawing.
  • Bearing layout.
  • Bearing schedule.
  • Detail bearing seat.
  • Approved shop drawing bearing.
  • Metode kerja erection girder.
  • Inspection and test plan.
  • Material approval.
  • Hasil pemeriksaan atau pengujian apabila dipersyaratkan.
  • Survey report untuk titik koordinat dan elevasi.
  • Lifting plan dan temporary support plan.
  • Prosedur penerimaan material di lokasi proyek.

Periksa apakah setiap gambar menggunakan revisi terbaru. Kesalahan menggunakan drawing lama dapat menyebabkan bearing ditempatkan pada titik, elevasi, atau orientasi yang sudah berubah.

Bila terdapat perbedaan antara bearing schedule, shop drawing, dan kondisi lapangan, pekerjaan sebaiknya ditahan pada titik tersebut sampai tersedia klarifikasi tertulis.

Alur Umum Pemasangan Elastomer Bearing Pad

Secara umum, pemasangan bantalan karet jembatan dapat dibagi menjadi beberapa tahapan berikut:

Tahapan Pemeriksaan Utama
Verifikasi dokumen Drawing, bearing schedule, metode kerja, dan revisi
Pemeriksaan produk Tipe, ukuran, material, kode, dan kondisi visual
Survey lokasi Koordinat, centerline, elevasi, dan posisi bearing
Persiapan bearing seat Kebersihan, kekuatan, kerataan, dan kondisi mortar
Penempatan bearing Posisi, orientasi, jarak tepi, dan centerline
Penurunan girder Mengikuti erection method dan pengawasan teknis
Pemeriksaan beban awal Kontak, posisi, deformasi, dan kerusakan
Dokumentasi Checklist, foto, pengukuran, dan persetujuan

Urutan aktual dapat berbeda sesuai tipe jembatan, metode erection, desain perletakan, dan ketentuan proyek.

1. Periksa Tipe dan Identitas Setiap Bearing

Sebelum bearing dibawa ke titik pemasangan, cocokkan identitas produk dengan bearing schedule.

Informasi yang perlu diperiksa meliputi:

  • Kode bearing.
  • Panjang, lebar, dan ketebalan.
  • Tipe polos atau laminated.
  • Material Natural Rubber atau Chloroprene Rubber.
  • Hardness.
  • Jumlah dan konfigurasi lapisan jika dicantumkan.
  • Posisi pemasangan.
  • Arah memanjang dan melintang.
  • Nomor batch atau identitas produksi.
  • Jumlah unit.

Jangan menganggap semua bearing dalam satu proyek dapat saling dipertukarkan. Beberapa unit mungkin terlihat serupa, tetapi memiliki dimensi, ketebalan, konfigurasi, atau lokasi pemasangan berbeda.

Untuk mempermudah pengendalian, bearing dapat dikelompokkan berdasarkan kode dan titik pemasangan sebelum pekerjaan erection dimulai.

2. Lakukan Pemeriksaan Visual Bearing Pad

Bearing perlu diperiksa sebelum menerima beban girder.

Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Retak pada permukaan.
  • Bagian tepi yang terkelupas.
  • Void atau rongga yang terlihat.
  • Kontaminasi minyak, tanah, atau bahan kimia.
  • Permukaan yang rusak akibat penyimpanan.
  • Deformasi sebelum pemasangan.
  • Delaminasi yang terlihat.
  • Plat baja internal yang terekspos.
  • Kerusakan pada external plate jika ada.
  • Perbedaan bentuk dari approved drawing.
  • Marking yang tidak terbaca.

Bearing yang diragukan kondisinya tidak sebaiknya langsung dipasang. Pisahkan produk tersebut dan mintakan pemeriksaan dari quality control serta engineer.

3. Periksa Titik Koordinat dan Centerline

Titik pemasangan bearing perlu ditentukan berdasarkan hasil survey dan gambar kerja.

Tim survey biasanya menandai:

  • Centerline girder.
  • Centerline bearing.
  • Sumbu pier atau abutment.
  • Arah longitudinal jembatan.
  • Arah transversal jembatan.
  • Batas atau outline bearing.
  • Elevasi bearing seat.

Penandaan harus cukup jelas dan tidak mudah hilang selama pekerjaan berlangsung.

Posisi bearing tidak boleh hanya diperkirakan berdasarkan pandangan visual. Pengukuran aktual diperlukan untuk memastikan pusat bearing berada pada titik yang ditentukan.

Apabila terdapat toleransi pemasangan, nilai tersebut harus mengacu pada spesifikasi dan drawing proyek.

4. Periksa Kondisi Bearing Seat Jembatan

Bearing seat adalah area tumpuan tempat bagian bawah bearing pad ditempatkan. Area ini dapat berada pada pier cap, abutment, pedestal, atau elemen lain sesuai desain.

Bearing seat perlu mempunyai kondisi yang mampu memberikan dukungan merata terhadap bearing.

Pemeriksaannya mencakup:

  • Kekuatan beton telah memenuhi persyaratan sebelum pembebanan.
  • Permukaan tidak mengalami retak atau kerusakan signifikan.
  • Tidak terdapat bagian beton yang lepas.
  • Tidak terdapat genangan air.
  • Permukaan bebas dari pasir, debu, lumpur, dan sisa material.
  • Dimensi bearing seat sesuai gambar.
  • Jarak bearing terhadap tepi beton mencukupi.
  • Elevasi sesuai hasil survey.
  • Kerataan berada dalam toleransi proyek.
  • Tidak terdapat benda asing yang menimbulkan titik tekan.

Bearing pad tidak boleh ditempatkan di atas permukaan dengan tonjolan lokal, serpihan beton, atau material lepas. Benda kecil di bawah bearing dapat membentuk tekanan terkonsentrasi ketika girder diturunkan.

5. Persiapkan Mortar Pad Bearing

Pada beberapa desain, bearing ditempatkan di atas mortar pad, leveling pad, grout, atau lapisan perata yang ditentukan dalam gambar kerja.

Fungsi mortar pad bearing adalah menyediakan bidang tumpuan dengan elevasi dan kerataan yang sesuai. Materialnya harus mengikuti spesifikasi proyek, bukan menggunakan campuran yang dipilih tanpa persetujuan.

Sebelum bearing dipasang, periksa:

  • Jenis material mortar atau grout.
  • Persetujuan material.
  • Kekuatan yang dipersyaratkan.
  • Waktu curing.
  • Elevasi akhir.
  • Ketebalan lapisan.
  • Kerataan permukaan.
  • Dimensi area tumpuan.
  • Kondisi retak, keropos, atau bagian yang terlepas.
  • Hasil pengujian jika dipersyaratkan.

Mortar yang belum mencapai kondisi yang diizinkan untuk menerima beban tidak boleh langsung dibebani oleh girder.

Permukaan mortar pad juga tidak boleh diperbaiki secara improvisasi menggunakan lapisan tipis yang tidak memiliki ikatan dan kekuatan memadai.

6. Periksa Elevasi dan Kerataan Bearing Seat

Elevasi bearing seat berkaitan dengan elevasi akhir girder dan geometri struktur atas.

Perbedaan elevasi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan:

  • Girder tidak berada pada posisi desain.
  • Beban tidak terbagi sesuai rencana.
  • Kontak antara girder dan bearing tidak merata.
  • Salah satu bearing menerima beban lebih dahulu.
  • Muncul kemiringan yang tidak direncanakan.
  • Kesulitan pada pekerjaan diafragma, deck slab, atau sambungan berikutnya.

Kerataan juga perlu diperiksa. Bearing yang bertumpu pada permukaan miring atau tidak rata dapat mengalami edge loading dan deformasi yang tidak seragam.

Hasil pengukuran elevasi dan kerataan sebaiknya dicatat dalam survey report sebelum izin erection diberikan.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, metode koreksi harus mendapatkan persetujuan engineer. Jangan menambahkan plat, shim, mortar, atau material lain secara sepihak.

7. Bersihkan Permukaan Sebelum Penempatan

Bagian bawah bearing dan permukaan bearing seat harus berada dalam kondisi bersih.

Material yang perlu dibersihkan antara lain:

  • Debu.
  • Pasir.
  • Lumpur.
  • Serpihan beton.
  • Sisa kawat.
  • Pecahan kayu.
  • Oli atau grease.
  • Air menggenang.
  • Sisa material curing.
  • Benda asing lainnya.

Penggunaan adhesive, grease, pelumas, atau bahan tambahan pada permukaan bearing tidak boleh dilakukan kecuali secara jelas ditentukan dalam drawing atau metode kerja yang disetujui.

Bahan yang tidak direncanakan dapat mengubah kondisi gesekan, menyebabkan bearing bergeser, atau memengaruhi kontak antara bearing dan permukaan tumpuan.

8. Tempatkan Bearing Sesuai Posisi dan Orientasi

Bearing ditempatkan mengikuti centerline, outline, kode, dan orientasi yang sudah ditentukan.

Pemeriksaan sebelum girder diturunkan meliputi:

  • Kode bearing sesuai lokasi.
  • Panjang dan lebar tidak tertukar.
  • Arah longitudinal dan transversal benar.
  • Posisi berada dalam batas yang diizinkan.
  • Jarak terhadap tepi beton sesuai drawing.
  • Permukaan bearing bersih.
  • Bearing tidak terlipat atau terpuntir.
  • Seluruh bidang bawah mendapat dukungan.
  • Tidak terdapat benda asing di bawah bearing.
  • Marking atau arah pemasangan sesuai detail.

Bearing berbentuk persegi mungkin terlihat dapat dipasang pada arah mana pun. Namun, orientasi tetap harus mengikuti drawing apabila konfigurasi, arah gerak, dimensi, atau komponen tambahannya tidak simetris.

Untuk laminated bearing dengan external plate, dowel, anchor, guide, atau detail khusus, penempatannya harus mengikuti shop drawing secara tepat.

9. Amankan Posisi Sebelum Girder Diturunkan

Bearing perlu dipastikan tidak bergeser akibat aktivitas pekerja, getaran, angin, peralatan, atau proses mendekatkan girder.

Cara pengamanan harus mengikuti metode kerja yang disetujui. Jangan menggunakan paku, baut, pengelasan, lem, atau modifikasi lain yang dapat merusak bearing atau mengubah sistem perletakan.

Sebelum penurunan girder dimulai, lakukan pemeriksaan bersama antara tim erection, surveyor, quality control, dan pengawas.

Hold point dapat ditempatkan pada tahap ini agar girder tidak diturunkan sebelum posisi bearing dinyatakan siap.

10. Turunkan Girder Secara Bertahap dan Terkendali

Penurunan girder harus mengikuti erection method, lifting plan, kapasitas alat, konfigurasi sling, temporary support, serta arahan personel yang berwenang.

Dari sisi bearing, hal yang perlu diawasi adalah:

  • Girder mendekati titik perletakan dalam posisi terkendali.
  • Tidak terjadi benturan terhadap bearing.
  • Bearing tidak terseret oleh bagian bawah girder.
  • Tidak terjadi pergeseran dari centerline.
  • Kontak awal terjadi pada area yang direncanakan.
  • Girder tidak menekan salah satu sisi bearing secara berlebihan.
  • Seluruh bearing pada satu elemen menerima beban sesuai urutan metode kerja.
  • Tidak terdapat pekerja pada area yang berbahaya.

Artikel ini tidak menetapkan kecepatan penurunan, kapasitas jack, titik angkat, susunan temporary support, atau urutan pelepasan alat. Seluruh parameter tersebut harus ditentukan melalui metode kerja proyek dan analisis engineer.

Apabila bearing bergeser selama penurunan, proses harus dihentikan sesuai prosedur keselamatan. Bearing tidak boleh dipukul atau didorong paksa ketika telah menerima beban struktur.

11. Periksa Posisi Setelah Girder Menerima Beban

Setelah girder duduk pada bearing dan sistem erection berada pada kondisi yang diizinkan untuk inspeksi, lakukan pemeriksaan ulang.

Hal yang perlu diperiksa meliputi:

  • Posisi bearing terhadap centerline.
  • Pergeseran longitudinal atau transversal.
  • Kontak antara girder dan bearing.
  • Kontak antara bearing dan bearing seat.
  • Kondisi tepi bearing.
  • Deformasi yang terlihat.
  • Kemiringan atau rotasi yang tidak wajar.
  • Bearing terjepit, terlipat, atau terpuntir.
  • Adanya celah pada bidang kontak.
  • Kerusakan akibat proses erection.
  • Posisi girder terhadap hasil survey.
  • Elevasi struktur setelah load transfer.

Deformasi lateral tertentu dapat muncul ketika elastomer menerima tekanan. Namun, kondisi tersebut harus dievaluasi berdasarkan desain, tipe bearing, beban, dan persyaratan teknis.

Bulging tidak boleh langsung dianggap normal atau gagal hanya berdasarkan pengamatan visual. Dokumentasikan kondisinya dan mintakan evaluasi apabila bentuknya tidak seragam atau terlihat berlebihan.

12. Periksa Kontak dan Distribusi Tumpuan

Bearing seharusnya menerima tumpuan melalui bidang kontak yang sesuai dengan desain.

Indikasi yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Hanya satu tepi bearing yang tertekan.
  • Terdapat celah besar pada sisi lain.
  • Girder bertumpu di luar pusat bearing.
  • Bearing terlihat miring.
  • Salah satu bearing menerima beban sementara bearing lain belum berkontak.
  • Terdapat benda asing di antara girder dan bearing.
  • Permukaan girder atau bearing seat tidak mendukung bearing secara merata.

Kondisi tersebut dapat mengindikasikan masalah elevasi, kerataan, posisi, geometri girder, atau urutan load transfer.

Jangan melakukan koreksi menggunakan potongan plat, lembaran karet tambahan, atau material improvisasi tanpa desain dan persetujuan tertulis.

Kesalahan Pemasangan Bearing Pad yang Harus Dihindari

Salah Menempatkan Kode Bearing

Bearing dengan ukuran atau konfigurasi berbeda dapat tertukar apabila marking tidak diperiksa sebelum erection.

Posisi Bergeser dari Centerline

Pergeseran dapat menimbulkan eksentrisitas dan mengurangi jarak bearing terhadap tepi beton.

Panjang dan Lebar Tertukar

Kesalahan orientasi dapat memengaruhi luas kontak, arah deformasi, dan kesesuaian dengan bearing seat.

Bearing Seat Tidak Rata

Permukaan yang tidak rata dapat menghasilkan kontak sebagian dan tekanan lokal.

Mortar Pad Belum Siap Menerima Beban

Pembebanan terlalu awal dapat merusak mortar, mengubah elevasi, atau menyebabkan tumpuan tidak seragam.

Terdapat Kotoran di Bawah Bearing

Serpihan beton, kawat, pasir, atau benda keras lain dapat menghasilkan titik tekan pada elastomer.

Menggunakan Grease atau Adhesive Tanpa Persetujuan

Material tambahan dapat mengubah kondisi gesekan dan perilaku sistem perletakan.

Girder Membentur atau Menyeret Bearing

Benturan selama erection dapat menggeser, melipat, atau merusak bearing.

Memukul Bearing Saat Sudah Terbebani

Bearing yang telah menerima beban tidak boleh diposisikan ulang menggunakan pukulan atau dorongan paksa.

Tidak Melakukan Pemeriksaan Setelah Load Transfer

Bearing dapat terlihat benar sebelum erection, tetapi bergeser atau mengalami kontak tidak merata setelah girder menerima beban.

Tanda Bearing Perlu Dievaluasi Setelah Pemasangan

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan apabila ditemukan:

  • Bearing bergeser dari posisi desain.
  • Bearing terlipat atau terpuntir.
  • Kontak hanya terjadi pada sebagian permukaan.
  • Bulging terlihat tidak seragam atau berlebihan.
  • Retak, sobek, atau bagian elastomer terkelupas.
  • Delaminasi.
  • Plat baja terekspos.
  • Girder tidak berada pada elevasi yang direncanakan.
  • Bearing terkontaminasi material lain.
  • Jarak terhadap tepi beton tidak memenuhi drawing.
  • Terjadi kerusakan pada bearing seat atau mortar pad.
  • Terdapat perbedaan kondisi yang signifikan antar-bearing.

Temuan tersebut tidak selalu berarti bearing harus langsung diganti. Engineer perlu mengevaluasi penyebab, tingkat ketidaksesuaian, beban aktual, kondisi struktur, dan kemungkinan tindakan koreksi.

Kapan Penggantian Bearing Pad Jembatan Diperlukan?

Penggantian bearing pad jembatan dapat dipertimbangkan ketika hasil inspeksi dan evaluasi menunjukkan bahwa bearing tidak lagi dapat menjalankan fungsi sesuai desain.

Kondisi yang dapat memerlukan evaluasi penggantian antara lain:

  • Kerusakan fisik yang signifikan.
  • Sobekan atau retak yang berkembang.
  • Delaminasi antara elastomer dan plat.
  • Plat internal atau eksternal mengalami masalah.
  • Pergeseran permanen yang tidak dapat diterima.
  • Deformasi berlebihan.
  • Bearing keluar dari posisi tumpuan.
  • Bearing mengalami locking atau tidak dapat mengakomodasi gerakan.
  • Kerusakan akibat kebakaran, bahan kimia, benturan, atau pekerjaan konstruksi.
  • Perubahan elevasi atau geometri tumpuan.
  • Ketidaksesuaian spesifikasi produk.
  • Rehabilitasi atau perubahan sistem struktur.

Keputusan penggantian harus didasarkan pada inspeksi, perhitungan, dan persetujuan engineer. Umur bearing saja tidak cukup menjadi dasar tunggal karena kondisi aktual dipengaruhi oleh desain, beban, lingkungan, kualitas produk, pemasangan, dan pemeliharaan.

Pengangkatan Girder dan Penggantian Bearing

Penggantian bearing umumnya membutuhkan pengurangan atau pemindahan beban dari bearing lama melalui sistem jacking dan temporary support.

Pekerjaan tersebut mempunyai risiko tinggi karena melibatkan:

  • Beban struktur yang besar.
  • Penentuan titik jacking.
  • Kapasitas pier cap atau elemen pendukung.
  • Distribusi gaya selama pengangkatan.
  • Batas perpindahan struktur.
  • Stabilitas lateral.
  • Pengaruh terhadap expansion joint.
  • Pengaruh terhadap deck, diaphragm, utilitas, dan elemen lain.
  • Sinkronisasi beberapa titik angkat.
  • Keselamatan pekerja dan pengguna jembatan.

Karena itu, penggantian bearing tidak boleh dilakukan berdasarkan perkiraan lapangan.

Pekerjaan harus menggunakan:

  • Hasil pemeriksaan kondisi.
  • Analisis struktur.
  • Jacking plan.
  • Temporary support design.
  • Metode kerja yang disetujui.
  • Peralatan dengan kapasitas sesuai.
  • Sistem monitoring.
  • Personel kompeten.
  • Area kerja yang dikendalikan.
  • Persetujuan engineer dan pengawas.

Artikel ini tidak memberikan urutan pengoperasian jack, tekanan hidrolik, tinggi pengangkatan, atau konfigurasi penyangga karena nilainya harus ditentukan khusus untuk setiap struktur.

Dokumentasi Inspeksi Sebelum Pekerjaan Dilanjutkan

Setiap pemasangan sebaiknya didokumentasikan sebelum area tertutup oleh pekerjaan berikutnya.

Dokumentasi dapat mencakup:

Dokumen Informasi yang Dicatat
Material receiving report Jumlah, kode, ukuran, kondisi, dan nomor batch
Bearing installation checklist Posisi, orientasi, kebersihan, dan kesesuaian drawing
Survey report Koordinat, centerline, dan elevasi
Mortar inspection report Material, elevasi, kerataan, dan kondisi curing
Pre-erection checklist Kesiapan bearing seat dan bearing
Post-erection inspection Posisi setelah girder menerima beban
Photo documentation Foto sebelum, selama, dan setelah pemasangan
Non-conformance report Temuan ketidaksesuaian dan tindak lanjut
Approval record Persetujuan QC, pengawas, konsultan, atau engineer

Foto sebaiknya menunjukkan kode bearing, titik lokasi, posisi terhadap centerline, kondisi bearing seat, dan keadaan setelah load transfer.

Dokumentasi tersebut membantu proses serah terima, audit kualitas, pemeriksaan berikutnya, dan penelusuran apabila ditemukan masalah.

Checklist Pemasangan Elastomer Bearing Pad

Sebelum Pemasangan

Pemeriksaan Status
Drawing yang digunakan merupakan revisi terbaru Sesuai/Belum
Bearing schedule telah diperiksa Sesuai/Belum
Kode bearing sesuai titik pemasangan Sesuai/Belum
Dimensi dan tipe bearing sesuai Sesuai/Belum
Kondisi visual bearing baik Sesuai/Belum
Centerline dan koordinat sudah ditandai Sesuai/Belum
Elevasi bearing seat sudah diperiksa Sesuai/Belum
Permukaan bearing seat bersih Sesuai/Belum
Kerataan berada dalam toleransi Sesuai/Belum
Mortar atau grout telah memenuhi persyaratan Sesuai/Belum
Metode erection telah disetujui Sesuai/Belum
Hold point telah dilepas oleh pihak berwenang Sesuai/Belum

Setelah Girder Diturunkan

Pemeriksaan Status
Bearing tidak bergeser dari posisi desain Sesuai/Belum
Orientasi bearing tetap benar Sesuai/Belum
Tidak terdapat lipatan atau puntiran Sesuai/Belum
Kontak bagian atas dan bawah merata Sesuai/Belum
Tidak terdapat kerusakan visual Sesuai/Belum
Deformasi tidak menunjukkan kondisi tidak wajar Sesuai/Belum
Elevasi girder sesuai hasil survey Sesuai/Belum
Foto dan laporan inspeksi tersedia Sesuai/Belum
Temuan telah ditindaklanjuti Sesuai/Belum
Persetujuan pekerjaan berikutnya telah diperoleh Sesuai/Belum

Data Bearing yang Perlu Disiapkan Sebelum Pengadaan

Pemasangan yang baik dimulai dari pengadaan produk yang sesuai dengan drawing.

Untuk meminta penawaran elastomer bearing pad kepada PT Sekawan Kaya Nusantara, siapkan:

Nama dan lokasi proyek: [Nama proyek dan lokasi]
Tipe bearing: [Polos/laminated]
Material: [Natural Rubber/Chloroprene Rubber]
Hardness: [Nilai Shore A]
Dimensi: [Panjang × lebar × ketebalan]
Konfigurasi laminasi: [Sesuai shop drawing]
Jumlah: [Jumlah setiap kode atau ukuran]
Standar produk: [SNI/ASTM/spesifikasi proyek]
Kebutuhan pengujian: [Jenis pengujian]
Dokumen: [Datasheet, hasil uji, inspection report, atau lainnya]
Target pengiriman: [Tanggal]
Lampiran: [Bearing schedule, drawing, dan spesifikasi teknis]

Apabila terdapat beberapa kode bearing, kirimkan daftar kebutuhan dalam bentuk tabel agar ukuran, tipe, jumlah, dan lokasi pemasangannya dapat diperiksa dengan lebih jelas.

Kesimpulan

Cara pemasangan elastomer bearing pad pada girder jembatan dimulai dengan memeriksa drawing, bearing schedule, identitas produk, titik koordinat, elevasi, kerataan bearing seat, dan kondisi mortar pad.

Bearing kemudian ditempatkan sesuai centerline dan orientasi yang ditentukan sebelum girder diturunkan melalui metode erection yang telah disetujui. Setelah load transfer, posisi, kontak, deformasi, elevasi, dan kondisi bearing perlu diperiksa kembali serta didokumentasikan.

Kesalahan pemasangan seperti posisi bergeser, bearing seat tidak rata, mortar belum siap, orientasi tertukar, atau adanya kotoran di bawah bearing dapat memengaruhi fungsi sistem perletakan.

PT Sekawan Kaya Nusantara menyediakan elastomer bearing pad polos dan laminated berdasarkan ukuran, material, hardness, konfigurasi, serta spesifikasi teknis proyek.

Untuk memperoleh penawaran, kirimkan bearing schedule, shop drawing, ukuran, tipe, jumlah, kebutuhan pengujian, jadwal, dan lokasi proyek melalui halaman kontak kami.

Produk harus dipastikan sesuai dokumen proyek sebelum dipasang. Pelaksanaan erection, jacking, koreksi posisi, dan penggantian bearing tetap menjadi tanggung jawab tim proyek berdasarkan metode kerja serta persetujuan engineer dan pengawas.

Pertanyaan Umum

FAQs

Di mana posisi bearing pad pada girder?
Bearing pad ditempatkan di antara bagian tumpuan ujung girder dan bearing seat pada pier atau abutment. Posisi tepatnya harus mengikuti bearing layout, centerline, dan detail perletakan pada gambar kerja.
Apakah bearing pad harus menggunakan mortar?
Tidak selalu. Penggunaan mortar pad, grout, pedestal, atau sistem tumpuan lain harus mengikuti desain dan spesifikasi proyek. Bearing tidak boleh diberi lapisan tambahan tanpa persetujuan engineer.
Apakah elastomer bearing pad perlu dilem?
Tidak selalu. Penggunaan adhesive hanya dilakukan apabila dinyatakan dalam drawing atau metode kerja yang disetujui. Jangan menambahkan lem, grease, atau pelumas secara sepihak.
Apa akibat bearing seat tidak rata?
Bearing seat yang tidak rata dapat menyebabkan kontak sebagian, tekanan lokal, kemiringan, dan deformasi bearing yang tidak seragam.
Apakah posisi bearing dapat diperbaiki setelah girder diturunkan?
Bearing yang sudah menerima beban tidak boleh dipukul atau didorong paksa. Koreksi posisi harus mengikuti metode yang disetujui dan dapat memerlukan pengurangan beban atau jacking berdasarkan analisis engineer.
Kapan bearing pad perlu diganti?
Penggantian dapat diperlukan ketika terdapat kerusakan, delaminasi, pergeseran, deformasi berlebihan, locking, atau ketidaksesuaian lain yang dinilai tidak dapat diterima oleh engineer.
Siapa yang bertanggung jawab menentukan metode pemasangan?
Metode pemasangan, erection, jacking, temporary support, dan penggantian harus disusun oleh pihak pelaksana serta disetujui engineer, konsultan, pengawas, dan pihak proyek sesuai tanggung jawab kontrak.
Artikel Terkait

Baca juga artikel lainnya

Lihat semua artikel →
Hubungi Kami