Cara pemasangan elastomer bearing pad perlu mengikuti gambar kerja, bearing schedule, elevasi perletakan, serta metode kerja yang telah disetujui.
Bearing pad tidak cukup hanya diletakkan di atas pier atau abutment karena posisi, orientasi, kerataan permukaan, dan ketepatan titik tumpu akan memengaruhi cara beban girder diteruskan ke struktur bawah.
Sebelum pemasangan Elastomer Bearing Pad Jembatan, kontraktor dan tim lapangan perlu memastikan bahwa tipe, ukuran, material, hardness, kode, dan konfigurasi bearing telah sesuai dengan approved shop drawing.
Permukaan bearing seat jembatan juga harus diperiksa sebelum girder diturunkan. Ketidaksesuaian elevasi, mortar pad yang tidak rata, orientasi bearing yang terbalik, atau posisi yang bergeser dari koordinat desain dapat menyebabkan tekanan tidak merata dan deformasi yang tidak sesuai rencana.
Bina Marga memiliki Pd T-06-2005-B tentang Pedoman Pelaksanaan Pemasangan Bantalan Karet pada Jembatan yang tercatat berstatus berlaku. Pedoman tersebut menunjukkan bahwa pemasangan bantalan karet merupakan pekerjaan teknis tersendiri yang perlu dikendalikan agar kesalahan pemasangan tidak mengganggu fungsi bearing.
Catatan keselamatan: Artikel ini memberikan gambaran teknis untuk persiapan, pengawasan, dan pemeriksaan pekerjaan. Proses erection girder, jacking, temporary support, load transfer, serta penggantian bearing harus mengikuti metode kerja, lifting plan, analisis struktur, dan izin kerja yang disetujui engineer, pengawas, serta pihak proyek.
Fungsi Bearing Pad di Antara Girder dan Bearing Seat
Elastomer bearing pad ditempatkan di antara struktur atas dan struktur bawah jembatan. Pada sistem girder, bagian atas bearing menerima beban dari ujung girder, sedangkan bagian bawahnya bertumpu pada bearing seat di atas pier cap atau abutment.
Secara umum, bearing pad berfungsi untuk:
- Menyalurkan beban vertikal dari girder ke pier atau abutment.
- Mengakomodasi rotasi tertentu pada ujung girder.
- Mengakomodasi pergerakan horizontal melalui deformasi elastomer.
- Membantu mengurangi konsentrasi tegangan akibat kontak langsung antarelemen.
- Mempertahankan sistem perletakan sesuai asumsi desain struktur.
Karena itu, posisi bearing pad pada girder harus mengikuti titik reaksi yang ditentukan dalam gambar struktur. Bearing tidak boleh digeser hanya untuk menyesuaikan kondisi lapangan tanpa persetujuan engineer.
Perubahan kecil pada posisi dapat memengaruhi eksentrisitas beban, jarak terhadap tepi beton, distribusi tekanan, dan perilaku bearing setelah girder menerima beban.
Dokumen yang Harus Diperiksa Sebelum Pemasangan
Pemasangan bearing pad jembatan harus dimulai dari pemeriksaan dokumen, bukan langsung dari penempatan produk di lapangan.
Dokumen yang perlu tersedia antara lain:
- Approved for construction drawing.
- Bearing layout.
- Bearing schedule.
- Detail bearing seat.
- Approved shop drawing bearing.
- Metode kerja erection girder.
- Inspection and test plan.
- Material approval.
- Hasil pemeriksaan atau pengujian apabila dipersyaratkan.
- Survey report untuk titik koordinat dan elevasi.
- Lifting plan dan temporary support plan.
- Prosedur penerimaan material di lokasi proyek.
Periksa apakah setiap gambar menggunakan revisi terbaru. Kesalahan menggunakan drawing lama dapat menyebabkan bearing ditempatkan pada titik, elevasi, atau orientasi yang sudah berubah.
Bila terdapat perbedaan antara bearing schedule, shop drawing, dan kondisi lapangan, pekerjaan sebaiknya ditahan pada titik tersebut sampai tersedia klarifikasi tertulis.
Alur Umum Pemasangan Elastomer Bearing Pad
Secara umum, pemasangan bantalan karet jembatan dapat dibagi menjadi beberapa tahapan berikut:
| Tahapan | Pemeriksaan Utama |
|---|---|
| Verifikasi dokumen | Drawing, bearing schedule, metode kerja, dan revisi |
| Pemeriksaan produk | Tipe, ukuran, material, kode, dan kondisi visual |
| Survey lokasi | Koordinat, centerline, elevasi, dan posisi bearing |
| Persiapan bearing seat | Kebersihan, kekuatan, kerataan, dan kondisi mortar |
| Penempatan bearing | Posisi, orientasi, jarak tepi, dan centerline |
| Penurunan girder | Mengikuti erection method dan pengawasan teknis |
| Pemeriksaan beban awal | Kontak, posisi, deformasi, dan kerusakan |
| Dokumentasi | Checklist, foto, pengukuran, dan persetujuan |
Urutan aktual dapat berbeda sesuai tipe jembatan, metode erection, desain perletakan, dan ketentuan proyek.
1. Periksa Tipe dan Identitas Setiap Bearing
Sebelum bearing dibawa ke titik pemasangan, cocokkan identitas produk dengan bearing schedule.
Informasi yang perlu diperiksa meliputi:
- Kode bearing.
- Panjang, lebar, dan ketebalan.
- Tipe polos atau laminated.
- Material Natural Rubber atau Chloroprene Rubber.
- Hardness.
- Jumlah dan konfigurasi lapisan jika dicantumkan.
- Posisi pemasangan.
- Arah memanjang dan melintang.
- Nomor batch atau identitas produksi.
- Jumlah unit.
Jangan menganggap semua bearing dalam satu proyek dapat saling dipertukarkan. Beberapa unit mungkin terlihat serupa, tetapi memiliki dimensi, ketebalan, konfigurasi, atau lokasi pemasangan berbeda.
Untuk mempermudah pengendalian, bearing dapat dikelompokkan berdasarkan kode dan titik pemasangan sebelum pekerjaan erection dimulai.
2. Lakukan Pemeriksaan Visual Bearing Pad
Bearing perlu diperiksa sebelum menerima beban girder.
Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain:
- Retak pada permukaan.
- Bagian tepi yang terkelupas.
- Void atau rongga yang terlihat.
- Kontaminasi minyak, tanah, atau bahan kimia.
- Permukaan yang rusak akibat penyimpanan.
- Deformasi sebelum pemasangan.
- Delaminasi yang terlihat.
- Plat baja internal yang terekspos.
- Kerusakan pada external plate jika ada.
- Perbedaan bentuk dari approved drawing.
- Marking yang tidak terbaca.
Bearing yang diragukan kondisinya tidak sebaiknya langsung dipasang. Pisahkan produk tersebut dan mintakan pemeriksaan dari quality control serta engineer.
3. Periksa Titik Koordinat dan Centerline
Titik pemasangan bearing perlu ditentukan berdasarkan hasil survey dan gambar kerja.
Tim survey biasanya menandai:
- Centerline girder.
- Centerline bearing.
- Sumbu pier atau abutment.
- Arah longitudinal jembatan.
- Arah transversal jembatan.
- Batas atau outline bearing.
- Elevasi bearing seat.
Penandaan harus cukup jelas dan tidak mudah hilang selama pekerjaan berlangsung.
Posisi bearing tidak boleh hanya diperkirakan berdasarkan pandangan visual. Pengukuran aktual diperlukan untuk memastikan pusat bearing berada pada titik yang ditentukan.
Apabila terdapat toleransi pemasangan, nilai tersebut harus mengacu pada spesifikasi dan drawing proyek.
4. Periksa Kondisi Bearing Seat Jembatan
Bearing seat adalah area tumpuan tempat bagian bawah bearing pad ditempatkan. Area ini dapat berada pada pier cap, abutment, pedestal, atau elemen lain sesuai desain.
Bearing seat perlu mempunyai kondisi yang mampu memberikan dukungan merata terhadap bearing.
Pemeriksaannya mencakup:
- Kekuatan beton telah memenuhi persyaratan sebelum pembebanan.
- Permukaan tidak mengalami retak atau kerusakan signifikan.
- Tidak terdapat bagian beton yang lepas.
- Tidak terdapat genangan air.
- Permukaan bebas dari pasir, debu, lumpur, dan sisa material.
- Dimensi bearing seat sesuai gambar.
- Jarak bearing terhadap tepi beton mencukupi.
- Elevasi sesuai hasil survey.
- Kerataan berada dalam toleransi proyek.
- Tidak terdapat benda asing yang menimbulkan titik tekan.
Bearing pad tidak boleh ditempatkan di atas permukaan dengan tonjolan lokal, serpihan beton, atau material lepas. Benda kecil di bawah bearing dapat membentuk tekanan terkonsentrasi ketika girder diturunkan.
5. Persiapkan Mortar Pad Bearing
Pada beberapa desain, bearing ditempatkan di atas mortar pad, leveling pad, grout, atau lapisan perata yang ditentukan dalam gambar kerja.
Fungsi mortar pad bearing adalah menyediakan bidang tumpuan dengan elevasi dan kerataan yang sesuai. Materialnya harus mengikuti spesifikasi proyek, bukan menggunakan campuran yang dipilih tanpa persetujuan.
Sebelum bearing dipasang, periksa:
- Jenis material mortar atau grout.
- Persetujuan material.
- Kekuatan yang dipersyaratkan.
- Waktu curing.
- Elevasi akhir.
- Ketebalan lapisan.
- Kerataan permukaan.
- Dimensi area tumpuan.
- Kondisi retak, keropos, atau bagian yang terlepas.
- Hasil pengujian jika dipersyaratkan.
Mortar yang belum mencapai kondisi yang diizinkan untuk menerima beban tidak boleh langsung dibebani oleh girder.
Permukaan mortar pad juga tidak boleh diperbaiki secara improvisasi menggunakan lapisan tipis yang tidak memiliki ikatan dan kekuatan memadai.
6. Periksa Elevasi dan Kerataan Bearing Seat
Elevasi bearing seat berkaitan dengan elevasi akhir girder dan geometri struktur atas.
Perbedaan elevasi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan:
- Girder tidak berada pada posisi desain.
- Beban tidak terbagi sesuai rencana.
- Kontak antara girder dan bearing tidak merata.
- Salah satu bearing menerima beban lebih dahulu.
- Muncul kemiringan yang tidak direncanakan.
- Kesulitan pada pekerjaan diafragma, deck slab, atau sambungan berikutnya.
Kerataan juga perlu diperiksa. Bearing yang bertumpu pada permukaan miring atau tidak rata dapat mengalami edge loading dan deformasi yang tidak seragam.
Hasil pengukuran elevasi dan kerataan sebaiknya dicatat dalam survey report sebelum izin erection diberikan.
Jika ditemukan ketidaksesuaian, metode koreksi harus mendapatkan persetujuan engineer. Jangan menambahkan plat, shim, mortar, atau material lain secara sepihak.
7. Bersihkan Permukaan Sebelum Penempatan
Bagian bawah bearing dan permukaan bearing seat harus berada dalam kondisi bersih.
Material yang perlu dibersihkan antara lain:
- Debu.
- Pasir.
- Lumpur.
- Serpihan beton.
- Sisa kawat.
- Pecahan kayu.
- Oli atau grease.
- Air menggenang.
- Sisa material curing.
- Benda asing lainnya.
Penggunaan adhesive, grease, pelumas, atau bahan tambahan pada permukaan bearing tidak boleh dilakukan kecuali secara jelas ditentukan dalam drawing atau metode kerja yang disetujui.
Bahan yang tidak direncanakan dapat mengubah kondisi gesekan, menyebabkan bearing bergeser, atau memengaruhi kontak antara bearing dan permukaan tumpuan.
8. Tempatkan Bearing Sesuai Posisi dan Orientasi
Bearing ditempatkan mengikuti centerline, outline, kode, dan orientasi yang sudah ditentukan.
Pemeriksaan sebelum girder diturunkan meliputi:
- Kode bearing sesuai lokasi.
- Panjang dan lebar tidak tertukar.
- Arah longitudinal dan transversal benar.
- Posisi berada dalam batas yang diizinkan.
- Jarak terhadap tepi beton sesuai drawing.
- Permukaan bearing bersih.
- Bearing tidak terlipat atau terpuntir.
- Seluruh bidang bawah mendapat dukungan.
- Tidak terdapat benda asing di bawah bearing.
- Marking atau arah pemasangan sesuai detail.
Bearing berbentuk persegi mungkin terlihat dapat dipasang pada arah mana pun. Namun, orientasi tetap harus mengikuti drawing apabila konfigurasi, arah gerak, dimensi, atau komponen tambahannya tidak simetris.
Untuk laminated bearing dengan external plate, dowel, anchor, guide, atau detail khusus, penempatannya harus mengikuti shop drawing secara tepat.
9. Amankan Posisi Sebelum Girder Diturunkan
Bearing perlu dipastikan tidak bergeser akibat aktivitas pekerja, getaran, angin, peralatan, atau proses mendekatkan girder.
Cara pengamanan harus mengikuti metode kerja yang disetujui. Jangan menggunakan paku, baut, pengelasan, lem, atau modifikasi lain yang dapat merusak bearing atau mengubah sistem perletakan.
Sebelum penurunan girder dimulai, lakukan pemeriksaan bersama antara tim erection, surveyor, quality control, dan pengawas.
Hold point dapat ditempatkan pada tahap ini agar girder tidak diturunkan sebelum posisi bearing dinyatakan siap.
10. Turunkan Girder Secara Bertahap dan Terkendali
Penurunan girder harus mengikuti erection method, lifting plan, kapasitas alat, konfigurasi sling, temporary support, serta arahan personel yang berwenang.
Dari sisi bearing, hal yang perlu diawasi adalah:
- Girder mendekati titik perletakan dalam posisi terkendali.
- Tidak terjadi benturan terhadap bearing.
- Bearing tidak terseret oleh bagian bawah girder.
- Tidak terjadi pergeseran dari centerline.
- Kontak awal terjadi pada area yang direncanakan.
- Girder tidak menekan salah satu sisi bearing secara berlebihan.
- Seluruh bearing pada satu elemen menerima beban sesuai urutan metode kerja.
- Tidak terdapat pekerja pada area yang berbahaya.
Artikel ini tidak menetapkan kecepatan penurunan, kapasitas jack, titik angkat, susunan temporary support, atau urutan pelepasan alat. Seluruh parameter tersebut harus ditentukan melalui metode kerja proyek dan analisis engineer.
Apabila bearing bergeser selama penurunan, proses harus dihentikan sesuai prosedur keselamatan. Bearing tidak boleh dipukul atau didorong paksa ketika telah menerima beban struktur.
11. Periksa Posisi Setelah Girder Menerima Beban
Setelah girder duduk pada bearing dan sistem erection berada pada kondisi yang diizinkan untuk inspeksi, lakukan pemeriksaan ulang.
Hal yang perlu diperiksa meliputi:
- Posisi bearing terhadap centerline.
- Pergeseran longitudinal atau transversal.
- Kontak antara girder dan bearing.
- Kontak antara bearing dan bearing seat.
- Kondisi tepi bearing.
- Deformasi yang terlihat.
- Kemiringan atau rotasi yang tidak wajar.
- Bearing terjepit, terlipat, atau terpuntir.
- Adanya celah pada bidang kontak.
- Kerusakan akibat proses erection.
- Posisi girder terhadap hasil survey.
- Elevasi struktur setelah load transfer.
Deformasi lateral tertentu dapat muncul ketika elastomer menerima tekanan. Namun, kondisi tersebut harus dievaluasi berdasarkan desain, tipe bearing, beban, dan persyaratan teknis.
Bulging tidak boleh langsung dianggap normal atau gagal hanya berdasarkan pengamatan visual. Dokumentasikan kondisinya dan mintakan evaluasi apabila bentuknya tidak seragam atau terlihat berlebihan.
12. Periksa Kontak dan Distribusi Tumpuan
Bearing seharusnya menerima tumpuan melalui bidang kontak yang sesuai dengan desain.
Indikasi yang perlu diperhatikan antara lain:
- Hanya satu tepi bearing yang tertekan.
- Terdapat celah besar pada sisi lain.
- Girder bertumpu di luar pusat bearing.
- Bearing terlihat miring.
- Salah satu bearing menerima beban sementara bearing lain belum berkontak.
- Terdapat benda asing di antara girder dan bearing.
- Permukaan girder atau bearing seat tidak mendukung bearing secara merata.
Kondisi tersebut dapat mengindikasikan masalah elevasi, kerataan, posisi, geometri girder, atau urutan load transfer.
Jangan melakukan koreksi menggunakan potongan plat, lembaran karet tambahan, atau material improvisasi tanpa desain dan persetujuan tertulis.
Kesalahan Pemasangan Bearing Pad yang Harus Dihindari
Salah Menempatkan Kode Bearing
Bearing dengan ukuran atau konfigurasi berbeda dapat tertukar apabila marking tidak diperiksa sebelum erection.
Posisi Bergeser dari Centerline
Pergeseran dapat menimbulkan eksentrisitas dan mengurangi jarak bearing terhadap tepi beton.
Panjang dan Lebar Tertukar
Kesalahan orientasi dapat memengaruhi luas kontak, arah deformasi, dan kesesuaian dengan bearing seat.
Bearing Seat Tidak Rata
Permukaan yang tidak rata dapat menghasilkan kontak sebagian dan tekanan lokal.
Mortar Pad Belum Siap Menerima Beban
Pembebanan terlalu awal dapat merusak mortar, mengubah elevasi, atau menyebabkan tumpuan tidak seragam.
Terdapat Kotoran di Bawah Bearing
Serpihan beton, kawat, pasir, atau benda keras lain dapat menghasilkan titik tekan pada elastomer.
Menggunakan Grease atau Adhesive Tanpa Persetujuan
Material tambahan dapat mengubah kondisi gesekan dan perilaku sistem perletakan.
Girder Membentur atau Menyeret Bearing
Benturan selama erection dapat menggeser, melipat, atau merusak bearing.
Memukul Bearing Saat Sudah Terbebani
Bearing yang telah menerima beban tidak boleh diposisikan ulang menggunakan pukulan atau dorongan paksa.
Tidak Melakukan Pemeriksaan Setelah Load Transfer
Bearing dapat terlihat benar sebelum erection, tetapi bergeser atau mengalami kontak tidak merata setelah girder menerima beban.
Tanda Bearing Perlu Dievaluasi Setelah Pemasangan
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan apabila ditemukan:
- Bearing bergeser dari posisi desain.
- Bearing terlipat atau terpuntir.
- Kontak hanya terjadi pada sebagian permukaan.
- Bulging terlihat tidak seragam atau berlebihan.
- Retak, sobek, atau bagian elastomer terkelupas.
- Delaminasi.
- Plat baja terekspos.
- Girder tidak berada pada elevasi yang direncanakan.
- Bearing terkontaminasi material lain.
- Jarak terhadap tepi beton tidak memenuhi drawing.
- Terjadi kerusakan pada bearing seat atau mortar pad.
- Terdapat perbedaan kondisi yang signifikan antar-bearing.
Temuan tersebut tidak selalu berarti bearing harus langsung diganti. Engineer perlu mengevaluasi penyebab, tingkat ketidaksesuaian, beban aktual, kondisi struktur, dan kemungkinan tindakan koreksi.
Kapan Penggantian Bearing Pad Jembatan Diperlukan?
Penggantian bearing pad jembatan dapat dipertimbangkan ketika hasil inspeksi dan evaluasi menunjukkan bahwa bearing tidak lagi dapat menjalankan fungsi sesuai desain.
Kondisi yang dapat memerlukan evaluasi penggantian antara lain:
- Kerusakan fisik yang signifikan.
- Sobekan atau retak yang berkembang.
- Delaminasi antara elastomer dan plat.
- Plat internal atau eksternal mengalami masalah.
- Pergeseran permanen yang tidak dapat diterima.
- Deformasi berlebihan.
- Bearing keluar dari posisi tumpuan.
- Bearing mengalami locking atau tidak dapat mengakomodasi gerakan.
- Kerusakan akibat kebakaran, bahan kimia, benturan, atau pekerjaan konstruksi.
- Perubahan elevasi atau geometri tumpuan.
- Ketidaksesuaian spesifikasi produk.
- Rehabilitasi atau perubahan sistem struktur.
Keputusan penggantian harus didasarkan pada inspeksi, perhitungan, dan persetujuan engineer. Umur bearing saja tidak cukup menjadi dasar tunggal karena kondisi aktual dipengaruhi oleh desain, beban, lingkungan, kualitas produk, pemasangan, dan pemeliharaan.
Pengangkatan Girder dan Penggantian Bearing
Penggantian bearing umumnya membutuhkan pengurangan atau pemindahan beban dari bearing lama melalui sistem jacking dan temporary support.
Pekerjaan tersebut mempunyai risiko tinggi karena melibatkan:
- Beban struktur yang besar.
- Penentuan titik jacking.
- Kapasitas pier cap atau elemen pendukung.
- Distribusi gaya selama pengangkatan.
- Batas perpindahan struktur.
- Stabilitas lateral.
- Pengaruh terhadap expansion joint.
- Pengaruh terhadap deck, diaphragm, utilitas, dan elemen lain.
- Sinkronisasi beberapa titik angkat.
- Keselamatan pekerja dan pengguna jembatan.
Karena itu, penggantian bearing tidak boleh dilakukan berdasarkan perkiraan lapangan.
Pekerjaan harus menggunakan:
- Hasil pemeriksaan kondisi.
- Analisis struktur.
- Jacking plan.
- Temporary support design.
- Metode kerja yang disetujui.
- Peralatan dengan kapasitas sesuai.
- Sistem monitoring.
- Personel kompeten.
- Area kerja yang dikendalikan.
- Persetujuan engineer dan pengawas.
Artikel ini tidak memberikan urutan pengoperasian jack, tekanan hidrolik, tinggi pengangkatan, atau konfigurasi penyangga karena nilainya harus ditentukan khusus untuk setiap struktur.
Dokumentasi Inspeksi Sebelum Pekerjaan Dilanjutkan
Setiap pemasangan sebaiknya didokumentasikan sebelum area tertutup oleh pekerjaan berikutnya.
Dokumentasi dapat mencakup:
| Dokumen | Informasi yang Dicatat |
| Material receiving report | Jumlah, kode, ukuran, kondisi, dan nomor batch |
| Bearing installation checklist | Posisi, orientasi, kebersihan, dan kesesuaian drawing |
| Survey report | Koordinat, centerline, dan elevasi |
| Mortar inspection report | Material, elevasi, kerataan, dan kondisi curing |
| Pre-erection checklist | Kesiapan bearing seat dan bearing |
| Post-erection inspection | Posisi setelah girder menerima beban |
| Photo documentation | Foto sebelum, selama, dan setelah pemasangan |
| Non-conformance report | Temuan ketidaksesuaian dan tindak lanjut |
| Approval record | Persetujuan QC, pengawas, konsultan, atau engineer |
Foto sebaiknya menunjukkan kode bearing, titik lokasi, posisi terhadap centerline, kondisi bearing seat, dan keadaan setelah load transfer.
Dokumentasi tersebut membantu proses serah terima, audit kualitas, pemeriksaan berikutnya, dan penelusuran apabila ditemukan masalah.
Checklist Pemasangan Elastomer Bearing Pad
Sebelum Pemasangan
| Pemeriksaan | Status |
| Drawing yang digunakan merupakan revisi terbaru | Sesuai/Belum |
| Bearing schedule telah diperiksa | Sesuai/Belum |
| Kode bearing sesuai titik pemasangan | Sesuai/Belum |
| Dimensi dan tipe bearing sesuai | Sesuai/Belum |
| Kondisi visual bearing baik | Sesuai/Belum |
| Centerline dan koordinat sudah ditandai | Sesuai/Belum |
| Elevasi bearing seat sudah diperiksa | Sesuai/Belum |
| Permukaan bearing seat bersih | Sesuai/Belum |
| Kerataan berada dalam toleransi | Sesuai/Belum |
| Mortar atau grout telah memenuhi persyaratan | Sesuai/Belum |
| Metode erection telah disetujui | Sesuai/Belum |
| Hold point telah dilepas oleh pihak berwenang | Sesuai/Belum |
Setelah Girder Diturunkan
| Pemeriksaan | Status |
| Bearing tidak bergeser dari posisi desain | Sesuai/Belum |
| Orientasi bearing tetap benar | Sesuai/Belum |
| Tidak terdapat lipatan atau puntiran | Sesuai/Belum |
| Kontak bagian atas dan bawah merata | Sesuai/Belum |
| Tidak terdapat kerusakan visual | Sesuai/Belum |
| Deformasi tidak menunjukkan kondisi tidak wajar | Sesuai/Belum |
| Elevasi girder sesuai hasil survey | Sesuai/Belum |
| Foto dan laporan inspeksi tersedia | Sesuai/Belum |
| Temuan telah ditindaklanjuti | Sesuai/Belum |
| Persetujuan pekerjaan berikutnya telah diperoleh | Sesuai/Belum |
Data Bearing yang Perlu Disiapkan Sebelum Pengadaan
Pemasangan yang baik dimulai dari pengadaan produk yang sesuai dengan drawing.
Untuk meminta penawaran elastomer bearing pad kepada PT Sekawan Kaya Nusantara, siapkan:
Nama dan lokasi proyek: [Nama proyek dan lokasi]
Tipe bearing: [Polos/laminated]
Material: [Natural Rubber/Chloroprene Rubber]
Hardness: [Nilai Shore A]
Dimensi: [Panjang × lebar × ketebalan]
Konfigurasi laminasi: [Sesuai shop drawing]
Jumlah: [Jumlah setiap kode atau ukuran]
Standar produk: [SNI/ASTM/spesifikasi proyek]
Kebutuhan pengujian: [Jenis pengujian]
Dokumen: [Datasheet, hasil uji, inspection report, atau lainnya]
Target pengiriman: [Tanggal]
Lampiran: [Bearing schedule, drawing, dan spesifikasi teknis]
Apabila terdapat beberapa kode bearing, kirimkan daftar kebutuhan dalam bentuk tabel agar ukuran, tipe, jumlah, dan lokasi pemasangannya dapat diperiksa dengan lebih jelas.
Kesimpulan
Cara pemasangan elastomer bearing pad pada girder jembatan dimulai dengan memeriksa drawing, bearing schedule, identitas produk, titik koordinat, elevasi, kerataan bearing seat, dan kondisi mortar pad.
Bearing kemudian ditempatkan sesuai centerline dan orientasi yang ditentukan sebelum girder diturunkan melalui metode erection yang telah disetujui. Setelah load transfer, posisi, kontak, deformasi, elevasi, dan kondisi bearing perlu diperiksa kembali serta didokumentasikan.
Kesalahan pemasangan seperti posisi bergeser, bearing seat tidak rata, mortar belum siap, orientasi tertukar, atau adanya kotoran di bawah bearing dapat memengaruhi fungsi sistem perletakan.
PT Sekawan Kaya Nusantara menyediakan elastomer bearing pad polos dan laminated berdasarkan ukuran, material, hardness, konfigurasi, serta spesifikasi teknis proyek.
Untuk memperoleh penawaran, kirimkan bearing schedule, shop drawing, ukuran, tipe, jumlah, kebutuhan pengujian, jadwal, dan lokasi proyek melalui halaman kontak kami.
Produk harus dipastikan sesuai dokumen proyek sebelum dipasang. Pelaksanaan erection, jacking, koreksi posisi, dan penggantian bearing tetap menjadi tanggung jawab tim proyek berdasarkan metode kerja serta persetujuan engineer dan pengawas.